Selanjutnya, CGS International (YU) dan Maybank Sekuritas (ZP) masing-masing melepas 19,8 ribu lot saham dan 16,1 ribu lot saham. Valuasi divestasi YU sekitar Rp30,3 miliar dan ZP sekitar Rp26 miliar.
Sementara itu, DBS Vickers Sekuritas (DP) menjual 6,7 ribu lot saham BYAN dengan valuasi Rp10,7 miliar di harga rata-rata Rp15.510.
Dari lantai bursa, saham BYAN bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan kemarin. Saham BYAN sempat menyentuh level Rp13.300 per saham sebelum akhirnya kembali ke harga pembukaan awal di Rp13.775 per saham.
Selepas aksi jual besar-besaran itu, kapitalisasi pasar saham BYAN kini tersisa Rp459,16 triliun. Jumlah saham beredar BYAN sekitar 33,33 miliar lembar dengan free float 21,29%.
Mayoritas saham BYAN kini dipegang Low Tuck Kwong sekitar 40,25% dan 22% saham lainnya dikuasai putrinya, Elaine Low.
Ditawar Murah
Mengutip laporan Bloomberg News, Haji Isam menawar sekitar US$3 miliar secara tunai untuk membeli 62% saham Bayan Resources yang berbasis di Jakarta.
Sebagian pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, kata beberapa sumber. Jika transaksi terjadi pada harga tersebut, nilainya akan mencerminkan diskon sekitar 80% terhadap level harga pasar saat ini.
Bayan Resources memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$26 miliar, menjadikan Low sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia.
Porsi saham mayoritas milik keluarga tersebut kemungkinan akan dijual dengan diskon besar karena jumlah saham beredar (free float) Bayan yang terbatas dan volume perdagangan yang tipis dapat membuat harga saham yang tercatat di pasar menjadi lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Prospek jangka panjang batu bara termal juga suram seiring konsumen beralih ke energi yang lebih bersih. Selain itu, pemerintah Indonesia telah memberlakukan kuota produksi batu bara yang telah membatasi aktivitas para pemain tambang domestik.
Pembicaraan mengenai penjualan masih berlangsung dan belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai, menurut sumber-sumber tersebut.
Perwakilan Isam tidak menanggapi permintaan komentar. Bayan Resources dan keluarga Low juga tidak menanggapi permintaan komentar.
Isam, 49 tahun, adalah pengusaha asal Kalimantan yang menjadi salah satu penyandang dana terbesar dalam kampanye pemilihan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 2024.
Konglomerasinya, PT Jhonlin Group, juga telah menjadi salah satu perusahaan tambang batu bara besar di Indonesia. Perusahaan tersebut meminta kuota pemerintah untuk memproduksi sekitar 60 juta ton batu bara tahun ini, Bloomberg melaporkan pada Juli.
Jika berhasil mengakuisisi saham Bayan, Isam akan menjadi pengusaha batu bara terbesar di Asia Tenggara. Transaksi apa pun akan terjadi di tengah kondisi perdagangan yang sulit bagi perusahaan-perusahaan tambang Indonesia.
Prabowo telah memangkas kuota produksi sejumlah produsen terbesar di Indonesia dalam upaya mendorong kenaikan harga batu bara. Perusahaan lain juga terkena denda besar akibat pelanggaran izin kehutanan.
Bayan termasuk perusahaan yang paling terdampak oleh pemangkasan kuota tersebut, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. Para pesaing, termasuk PT Bumi Resources dan PT Adaro Andalan, sebagian besar terhindar dari pemangkasan besar produksi, Bloomberg melaporkan pada Februari.
Low lahir di Singapura dan pindah ke Indonesia ketika berusia awal 20-an. Ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 1992 dan mendirikan Bayan Resources pada 2004.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, sebagian besar kekayaannya berasal dari perusahaan tambang batu bara yang tercatat di bursa tersebut. Aset utamanya yang lain termasuk 78% saham perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Singapura, Metis Energy Ltd.
Jika seluruh pihak menyepakati persyaratan transaksi, kesepakatan tersebut dapat rampung sebelum akhir tahun, kata salah satu sumber. Isam kemungkinan akan memperoleh pendanaan dari bank-bank milik negara Indonesia, kata sumber lainnya.
Bayan Resources juga mengoperasikan sejumlah pelabuhan di Indonesia. Perusahaan tersebut menjual sekitar 68 juta metrik ton batu bara tahun lalu, ketika membukukan pendapatan sekitar US$3,4 miliar.
(naw)































