Logo Bloomberg Technoz

Efek El Nino, Ini Emiten Pengguna Jalur Sungai Mahakam & Barito

Redaksi
06 September 2026 18:00

Sebuah tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Sebuah tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - El Nino menyebabkan sungai-sungai besar di Pulau Kalimantan, seperti Sungai Barito dan Mahakam, mengalami penyusutan debit air.

Kondisi tersebut membuat operasional kapal tongkang pengangkut batu bara terganggu, bahkan berpotensi mengganggu ekspor.

Sejumlah perusahaan dan emiten besar batu bara turut memanfaatkan kedua sungai tersebut sebagai salah satu jalur distribusinya.


Berdasarkan penelusuran Bloomberg Technoz, berikut sejumlah emiten yang distribusinya berpotensi terganggu imbas penyusutan debit air Sungai Barito dan Mahakam.

Sungai Mahakam:

  • PT Harum Energy Tbk. (HRUM)

HRUM melakukan penambangan di berbagai lokasi di Kalimantan Timur. Truk mengangkut batu bara langsung dari tambang MSJ dan SBB dan menempuh jarak hingga 50 km ke fasilitas pengolahan batu bara, penimbunan, dan pemuatan tongkang di Separi, yang terletak di tepi sungai Mahakam.

Dalam situs resminya, ditegaskan hampir seluruh batu bara yang dijual oleh Harum Energy dimuat ke kapal-kapal pelanggan di laut lepas. 

Di Pelabuhan Separi, batu bara dimuat ke tongkang dengan kapasitas masing-masing sekitar 8.000 ton dan diangkut ke tempat penambatan transshipment di laut lepas di Muara Berau.

  • PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)

BYAN memiliki tambang Teguh Sinar Abadi (TSA) dan Firman Ketaun Perkasa (FKP) di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tambang tersebut memproduksi sekitar 3 juta ton batu bara bituminus per tahun.

Dari lokasi penambangan, batu bara diangkut sejauh 20—25 kilometer ke fasilitas pemuatan tongkang yang dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group di sungai Mahakam.

Fasilitas pemuatan tongkang ini memiliki kapasitas penghancuran sebesar 1.000 ton per jam, kapasitas tumpukan total sebesar 400.000 ton, dan kapasitas pemuatan tongkang sebesar 2.000 ton per jam. Fasilitas tersebut menangani tongkang dengan kapasitas sekitar 7.500 ton.