Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Melemah Hingga Gagal Menembus 6.700

Muhammad Julian Fadli
09 September 2026 13:33

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Sesi I, Rabu (9/9/2026), ditutup melemah 0,58% di posisi 6.647. Indeks Komposit hingga jeda siang hari ini gagal menembus level psikologis 6.700. Penurunan harga saham Bank BCA (BBCA), Bayan Resources (BYAN), hingga Bumi Resources (BUMI) jadi salah satu sebab.

Sejak perdagangan pagi hari tadi, IHSG langsung tergelincir di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan bergerak pada area level 6.707 sampai dengan terendahnya 6.642.

IHSG Penutupan Sesi I pada Rabu 9 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan terbilang Rp8,32 triliun dari sejumlah 21,61 miliar saham yang ditransaksikan. Tercatat hanya ada penguatan 268 saham, dan sebanyak–banyaknya 355 saham terjadi pelemahan. Sisanya 168 saham stagnan.


Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham kesehatan, saham teknologi, dan saham konsumen non primer mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing-masing minus 1,45%, 0,99%, dan 0,91%.

Melemahnya IHSG pada jeda perdagangan Sesi I juga merupakan efek langsung dari turunnya sejumlah saham big caps. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (9/9/2026).

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 13,31 poin
  2. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menekan 3,68 poin
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menekan 3,28 poin
  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menekan 2,93 poin
  5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menekan 2,32 poin
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 2,24 poin
  7. PT Astra International Tbk (ASII) menekan 2,04 poin
  8. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menekan 1,51 poin
  9. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menekan 1,47 poin
  10. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 1,45 poin