Logo Bloomberg Technoz

Jika nasabah menarik Rp500.000 dan mesin memiliki pecahan Rp100.000, misalnya, sistem dapat memerintahkan dispenser mengeluarkan lima lembar.

Uang Tidak Langsung Keluar dari Kaset

Setelah kombinasi pecahan ditentukan, mekanisme pengambil uang mulai bekerja.

Roller atau mekanisme friction-pick mengambil lembaran uang dari tumpukan secara satu per satu. Tantangan utamanya adalah memastikan tidak ada dua lembar yang ikut tertarik secara bersamaan.

Karena itu, uang melewati sistem pemisah sebelum bergerak menuju bagian pengeluaran.

Sensor Menghitung Setiap Lembar

Setiap lembar yang bergerak melalui jalur internal ATM dipantau oleh sensor. Sistem dapat mendeteksi apakah uang yang bergerak merupakan satu lembar atau terjadi double feed, yakni dua lembar yang menempel dan bergerak bersamaan.

Sensor tersebut membantu memastikan jumlah lembar yang dikeluarkan sesuai dengan perintah komputer.

Jika sistem mendeteksi adanya masalah, uang dapat dialihkan ke bagian penampungan khusus sehingga tidak langsung diberikan kepada nasabah.

Komputer Menggabungkan Semua Informasi

Proses pengeluaran uang dikendalikan oleh komputer ATM. Sistem mengetahui nominal yang diminta, pecahan yang tersedia, jumlah uang yang harus dikeluarkan, serta hasil pemeriksaan sensor.

Misalnya nasabah meminta Rp700.000. Jika tersedia pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, sistem dapat menentukan kombinasi tertentu berdasarkan persediaan kaset dan aturan dispenser.

Setelah uang melewati sensor dan jumlahnya sesuai, lembaran tersebut diteruskan melalui jalur transportasi menuju cash presenter, yaitu bagian tempat uang akhirnya diberikan kepada nasabah.

Bagaimana ATM Tahu Uangnya Sudah Keluar?

Sensor tidak hanya digunakan untuk menghitung uang. Sistem juga memantau perjalanan lembaran dari kaset hingga ke bagian pengeluaran.

Dengan demikian, ATM dapat mengetahui apakah uang berhasil mencapai bagian yang dapat diambil nasabah atau mengalami gangguan dalam perjalanan.

Jika terjadi kegagalan transaksi, sistem dapat mencatat kondisi tersebut dan menangani uang sesuai mekanisme internal ATM.

Mengapa ATM Bisa Kehabisan Pecahan Tertentu?

Jumlah uang di dalam ATM tidak selalu sama karena setiap kaset memiliki kapasitas terbatas. Selain itu, transaksi nasabah terus mengurangi persediaan pecahan tertentu.

Misalnya, jika sebagian besar nasabah menarik Rp100.000, persediaan pecahan tersebut dapat habis lebih cepat dibandingkan pecahan lain.

Ketika kombinasi pecahan yang diperlukan tidak lagi tersedia, ATM bisa menolak nominal tertentu meskipun saldo rekening nasabah mencukupi.

Jadi, kemampuan ATM mengeluarkan uang dengan jumlah tepat bukan karena mesin sekadar menghitung lembaran. Komputer menentukan kombinasi pecahan, mekanisme pengambil memisahkan uang dari tumpukan, sedangkan sensor memastikan lembaran bergerak dan dihitung dengan benar sebelum akhirnya diberikan kepada nasabah.

(seo)

No more pages