Para robot bergerak dalam iring-iringan dan berkeliling di sejumlah lokasi selama demonstrasi. Pengeras suara juga digunakan untuk menyampaikan sejumlah slogan mengenai regulasi AI dan perlindungan lapangan kerja.
Penyelenggara menggunakan kehadiran robot secara langsung untuk menunjukkan teknologi yang berpotensi mengubah pasar tenaga kerja sudah tersedia saat ini, bukan sekadar teknologi masa depan.
"Kami secara khusus ingin mengatasi masalah potensi penggantian manusia baik oleh robot humanoid maupun oleh kecerdasan buatan dalam pekerjaan kognitif," kata penyelenggara Grzegorz Kulis. "Jika kita tidak bereaksi sekarang, kita mungkin akan segera memiliki masalah," tambahnya.
#PhotoStory: Waving flags, "chanting" slogans, and marching in circles: around 30 robots took to the streets of Warsaw on Monday to campaign for AI regulation in front of the Polish digital affairs ministry.
— Channels Television (@channelstv) September 7, 2026
The protest was organised by Democratism, an initiative that, according… pic.twitter.com/xnDluXBqJN
Kulis mengatakan, keputusan untuk menempatkan robot di pusat demonstrasi itu disengaja, dengan alasan kemampuan mereka untuk beroperasi di ruang publik menggambarkan betapa cepatnya teknologi berkembang.
(mef/wep)































