Logo Bloomberg Technoz

Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat September saat ini ada di 60,4%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Jika inflasi masih tinggi, maka akan memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter. Saat harga emas turun ke bawah US$ 4.400/troy ons, maka koreksi bisa lebih dalam,” tegas Hebe Chen, Analis Senior di Vantage Markets, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (8/9/2026)? Apakah akan terjadi koreksi tiga hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish, Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51. 

RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 19. Sudah di bawah 20 yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi naik. Sepertinya penurunan yang sudah cukup tajam membuat emas berpeluang mengalami technical rebound.

Cermati pivot point di US$ 4.425/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas kemungkinan bisa menguji US$ 4.456/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 10.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.408/troy ons kemungkinan menjadi support terdekat. Dari sini, harga emas berisiko mengetes rentang US$ 4.398-4.347/troy ons.

(aji)

No more pages