Pada semester I 2026, pendapatan konsolidasi Telkom tumbuh 3,9% secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler serta pertumbuhan sejumlah bisnis infrastruktur.
Telkomsel menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3% menjadi Rp55,6 triliun. Perbaikan monetisasi dan disiplin biaya juga mendorong EBITDA Telkomsel tumbuh 8,6%, dengan margin meningkat 230 basis poin menjadi 46,9%.
Sementara itu, rasio CapEx terhadap pendapatan Telkom pada semester I tercatat 14,2%. Manajemen memperkirakan belanja modal akan meningkat pada semester II, termasuk untuk investasi spektrum, namun tetap mempertahankan panduan rasio CapEx terhadap pendapatan sebesar 17%-19% untuk setahun penuh.
"Kami tetap disiplin dalam mengeksekusi investasi dan mencermati berbagai risiko eksternal, termasuk dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi biaya input. Secara keseluruhan, kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai sasaran 2026," ujar Arthur.
(dhf)




























