Hadapi El Niño, Ekonom Saran Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal
Redaksi
06 September 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena El Niño yang melanda Indonesia pada tahun 2026 berpotensi mengerek inflasi melalui dampaknya terhadap harga pangan.
Tak cuma itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa fenomena ini juga akan menekan konsumsi rumah tangga, yang memiliki porisi 53,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Ketika harga pangan naik, daya beli masyarakat berpendapatan rendah langsung tertekan karena sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk kebutuhan pangan,”kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Sabtu (5/9/2026).
Sehingga menurutnya inflasi pangan tidak hanya persoalan harga saja sehingga dapat menggerus menggerus sumber utama pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Petani juga menghadapi tekanan ganda karena pendapatan mereka turun saat produksi terganggu, sementara biaya konsumsi justru meningkat.
Yusuf menilai, dari sisi kebijakan, El Niño merupakan guncangan sisi penawaran. Artinya, kebijakan moneter seperti menaikkan suku bunga memiliki ruang yang terbatas untuk mengatasinya.































