“Pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 kepada para pemegang saham perseroan ini tidak memberikan dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha,” kata Adhika.
Laba Lompat
BMRI membukukan laba bersih Rp28,5 triliun (bank only) hingga semester I-2026. Angka tersebut naik 25%% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp22,8 triliun.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan terus tumbuhnya penyaluran kredit BMRI.
Sepanjang paruh waktu pertama tahun ini, BMRI menyalurkan kredit Rp1,59 triliun, naik 19,9% secara tahunan.
Pertumbuhan yang hampir 20% itu melampaui kredit industri yang hanya tumbuh 12,7%.
Meski demikian, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BMRI turun 26 basis poin (bps) menjadi 4,37%.
Dengan posisi kinerja keuangan saat ini, BMRI memberikan return on asset (ROA) 3,10%, naik 21 bps secara tahunan, dan return on equity (ROE) yang naik 3,2 point menjadi 24,3.
(naw)
































