Logo Bloomberg Technoz

Departemen Keuangan AS telah memainkan peran yang lebih sentral dalam konflik ini selama beberapa minggu terakhir; pekan lalu, Bessent mengumumkan rencana untuk memperluas sanksi terhadap lembaga keuangan dan entitas lain yang masih berbisnis dengan Iran.

Pekan lalu, AS mengambil tindakan terhadap cabang bank terbesar kedua asal Mesir, Banque Misr, yang beroperasi di Uni Emirat Arab. Namun, pada Selasa Bessent menegaskan bahwa AS tidak berniat menjatuhkan sanksi terhadap bank induk utamanya.

"Kami tidak menjatuhkan sanksi kepada mereka karena kami tidak ingin menyasar pihak induknya di Mesir," kata Bessent mengenai Banque Misr.

Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa cabang-cabang bank tersebut di UEA telah melakukan transaksi senilai US$1,8 miliar dengan Iran dalam dua tahun terakhir. 

Bessent menambahkan bahwa AS “kemungkinan besar” akan mengumumkan sanksi terhadap bank lain minggu ini dan satu lagi minggu depan. Ia menyebut AS kini juga sedang mempertimbangkan untuk menargetkan perusahaan penyewaan pesawat sebagai bagian dari upayanya untuk mengisolasi Iran secara ekonomi.

Sejauh ini, AS belum mengambil tindakan secara terbuka terhadap China, negara yang mengimpor lebih dari 90% minyak Iran dan hingga kini mengabaikan seruan untuk memutus hubungan keuangan dengan Republik Islam Iran.

Bessent membela sikap AS saat ini, seraya menambahkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan tertutup dengan China mengenai Iran di sela-sela KTT G20.

"Ketika semua orang berkata, ‘Sanksi tidak efektif,’ saya dapat mengatakan kepada Anda, sanksi ditambah blokade itu efektif," kata Bessent. "Kami sedang memenggal kepala ular Iran. Ular itu belum menyadari bahwa ia sudah mati, tetapi ia akan berhenti menggeliat saat matahari terbenam."

(bbn)

No more pages