Logo Bloomberg Technoz

Sentimen negatif bagi harga emas adalah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Kemarin, yield surat utang pemerintah Negeri Paman Sam tenor 10 tahun naik ke 4,797%, tertinggi sejak Januari 2025.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi kurang menguntungkan saat instrumen lain menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole akhir pekan lalu masih membekas di benak pelaku pasar. Warsh menegaskan, apabila The Fed belum yakin bahwa inflasi bergerak mengarah ke target 2$, maka masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pasar pun berekspektasi bahwa The Fed akan menggunakan ‘jurus’ kenaikan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat bulan ini mencapai 66,9%. Padahal seminggu lalu kemungkinannya masih 39,6%.

Anggota Dewan Gubernur The Fed Michael Barr kemudian mempertegas bahwa bank sentral sepertinya harus bersiap untuk opsi menaikkan suku bunga jika inflasi tidak kunjung ‘jinak’. 

“Kalau tren inflasi meyakinkan saya bahwa memang terjadi perlambatan menuju 2%, maka kami masih punya waktu. Namun jika inflasi tidak melambat signifikan, maka saya rasa kami harus bertindak tegas dengan menaikkan suku bunga,” ungkap Barr dalam sebuah acara di Washington, sebagaimana diberitakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages