Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru perusahaan, ANTM berhasil meraih laba bersih periode berjalan Januari–Juni atau semester I-2026 sebesar Rp6,91 triliun, sejalan dengan penguatan kinerja operasional hingga disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas dan likuiditas secara konsisten. Adapun pencapaian laba bersih tersebut melejit 34% dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sejalan dengan peningkatan laba, ANTM turut berhasil mencatat pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) sebesar Rp9,62 triliun per Juni 2026, tumbuh signifikan 35% secara tahunan.

Capaian itu mendorong nilai laba bersih per saham dasar sebesar Rp265,85 per saham, meningkat 36% dari tahun lalu.

ANTM pun membukukan kenaikan aset sebesar 27% ke Rp61,27 triliun. Nilai ekuitas perusahaan juga melesat 14% menjadi Rp38,53 triliun.

ANTM turut menjaga posisi likuiditas dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,22 triliun. Posisi itu memberikan financial flexibility untuk menjaga kebutuhan operasional, likuiditas, serta mendukung pelaksanaan proyek strategis perusahaan.

ANTM berhasil mencatat penjualan bersih mencapai Rp62,71 triliun sepanjang Januari–Juni 2026, bertumbuh 6% dibanding dengan penjualan bersih pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut berada di atas estimasi pasar.

“Kenaikan pendapatan ditopang oleh rata-rata harga jual (ASP) emas dan nikel yang berada di level tinggi serta supply emas yang membaik sehingga meningkatkan volume penjualan,” sebut riset Panin Sekuritas.

Panin Sekuritas juga mencatat sejumlah sentimen positif yang menaungi ANTM. Pertama adalah ekspektasi suplai emas dan harga yang lebih baik.

Kedua adalah harga bijih nikel yang tinggi akibat pengetatan pasokan dan revisi Harga Patokan Mineral (HPM). Ketiga adalah proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.

(fad/aji)

No more pages