Produksi Minyak RI Turun, Petroleum Fund di RUU Migas Bebani KKKS
Sabrina Mulia Rhamadanty
31 August 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menilai pembentukan dana minyak dan gas bumi (Petroleum Fund) dalam Rancangan Undang-undang tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) berpotensi membebani kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Indonesia.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah tren penurunan produksi minyak dan gas bumi di dalam negeri.
Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menjelaskan selain tantangan berat akibat penurunan produksi, Indonesia juga harus bersaing secara ketat dengan negara-negara lain untuk menarik minat investor.
"Sekarang ini produksi lagi turun dan eksplorasi juga masih tertekan. Kalau mau tarik investasi, kita juga bersaing dengan negara-negara lain. Saya rasa kalau Petroleum Fund ini dipaksakan, ini bisa menambah beban lagi, yang pasti bagi kontraktor,” ungkap Moshe saat dihubungi, Senin (31/8/2026).
Kehilangan Momentum


































