Logo Bloomberg Technoz

"Pada saat yang sama, kafein dapat menurunkan respons sel terhadap insulin, sehingga sel tidak menggunakan gula darah secara efisien dan menyisakan lebih banyak gula di dalam aliran darah," ujar Michelle Routhenstein, MS, RD, CDCES, CDN, ahli gizi terdaftar yang berfokus pada nutrisi kardiologi preventif.

Dikutip dari Eating Well, endokrinolog asal Berlin yang menspesialisasi diri pada kesehatan metabolik dan hormon, Dorothea Schlesinger, MD, menambahkan bahwa efek jangka pendek terhadap kadar glukosa darah dan insulin ini paling terlihat pada orang yang bukan peminum kopi rutin.

Sebaliknya, bagi peminum kopi rutin, konsumsi jangka panjang justru menunjukkan dampak positif bagi regulasi gula darah. Adaptasi tubuh jangka panjang memberikan pola respons yang cukup berbeda secara signifikan.

"Hal ini kemungkinan mencerminkan peningkatan sensitivitas insulin, modulasi stres oksidatif, serta kontribusi polifenol bioaktif seperti asam klorogenat, senyawa yang terdapat baik pada kopi berkafein maupun kopi dekafein," kata Schlesinger.

Faktor Pemicu Lonjakan Gula Darah Akibat Kopi

Infografis Cara Menaikkan Gula Darah Bagi Penderita Hipoglikemia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Dampak kopi terhadap kadar gula darah tidak hanya disebabkan oleh kafein semata. Terdapat beberapa faktor penting lain yang memengaruhi respons tubuh: Penggunaan bahan tambahan: Penambahan gula, sirup perasa, dan krimer manis menambah asupan karbohidrat serta kalori yang dapat menaikkan kadar gula darah secara signifikan, terutama bagi orang yang meminum beberapa cangkir kopi dalam sehari.

Waktu konsumsi: Irama sirkadian dan kadar kortisol turut memengaruhi dampak metabolik dari kopi. Meminum kopi di pagi hari umumnya memicu kenaikan glukosa yang lebih kecil dibandingkan konsumsi pada siang atau sore hari, saat sensitivitas insulin secara alami cenderung lebih rendah.

Kondisi perut kosong: Menurut Routhenstein, minum kopi pertama kali di pagi hari saat perut kosong dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak akibat kortisol pagi dan tingkat penyerapan yang lebih cepat. Sebaliknya, meminum kopi setelah sarapan dapat membantu meredam respons gula darah tersebut.

Respons individu: Faktor genetik, tingkat sensitivitas terhadap kafein, kualitas tidur, tingkat stres, serta gaya hidup secara keseluruhan turut menentukan respons gula darah setiap orang. Keragaman biologis ini membuat efek konsumsi kopi pada tiap individu menjadi sangat bervariasi.

Bagi kebanyakan orang, perubahan kecil pada kadar gula darah akibat minum kopi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Pemahaman yang utuh mengenai pola konsumsi harian merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.

"Mengonsumsi 8 hingga 16 ons, sekitar satu hingga dua cangkir standarper hari, biasanya dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang," jelas Routhenstein. Penakaran jumlah konsumsi ini menjadi panduan praktis bagi penikmat kopi harian.

"Yang paling penting adalah seberapa banyak kafein yang Anda konsumsi, apa yang Anda tambahkan ke dalam kopi Anda, dan apa lagi yang Anda makan." Aspek kelengkapan komposisi sajian minuman menjadi perhatian utama para ahli nutrisi.

Kendati demikian, penderita pradiabetes atau diabetes dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam mengatur konsumsi kopi harian mereka. Pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah timbulnya gangguan komplikasi kesehatan di masa mendatang.

"Lonjakan ini dapat membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih menantang," kata Routhenstein. Pengawasan pola makan harian secara disiplin sangat dianjurkan bagi kelompok rentan tersebut.

Meskipun demikian, Schlesinger menegaskan bahwa lonjakan gula darah yang bersifat sementara ini tidak menunjukkan dampak negatif jangka panjang bagi kesehatan. Temuan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat umum yang rutin mengonsumsinya.

Bagi individu yang ingin mengetahui dampak pasti kopi terhadap tubuhnya, penggunaan alat pengukur glukosa atau pemantau glukosa berkelanjutan (continuous glucose monitor) dapat dijadikan pilihan untuk melihat respons tubuh secara real-time. Teknologi medis ini membantu memantau fluktuasi angka secara presisi.

Meski demikian, perhatian utama kesehatan tidak boleh hanya terpaku pada konsumsi kopi semata. Penjagaan kondisi tubuh memerlukan perhatian menyeluruh pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Metzgar menekankan pentingnya melihat pola makan secara keseluruhan dan bagaimana seluruh aspek nutrisi bekerja sama dalam mendukung kesehatan tubuh. Keseimbangan nutrisi harian yang tepat akan menjaga kebugaran tubuh secara optimal dan berkelanjutan.

(seo)

No more pages