Logo Bloomberg Technoz

Pasar Cermati Isu Hormuz, Harga Minyak Turun Tipis

News
27 August 2026 08:10

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bergerak turun setelah perdagangan yang fluktuatif, di mana investor menimbang kemajuan diplomasi di Timur Tengah dengan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Harga minyak Brent turun menuju US$87 per barel, sehingga penurunannya sepanjang pekan ini mencapai lebih dari 7%. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$82 per barel. Kontrak berjangka minyak sempat naik pada Rabu (26/8) setelah muncul laporan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin berencana meningkatkan eskalasi perang di Ukraina. Namun, kenaikan tersebut berbalik setelah militer Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan pembagian pendapatan dengan Oman terkait Selat Hormuz.


Harga minyak turun sepanjang pekan ini menyusul tanda-tanda bahwa kesepakatan antara Oman dan Iran terkait Selat Hormuz dapat tercapai. Harga juga tertekan setelah langkah ekonomi AS terhadap Teheran dan mitra dagangnya ternyata tidak sekeras yang diperkirakan. Meski demikian, harga minyak masih naik lebih dari 40% sepanjang tahun ini setelah konflik selama enam bulan mengganggu aliran energi dari kawasan Teluk Persia.

“Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan munculnya gencatan senjata lain, tetapi kini berada dalam posisi menunggu konfirmasi apakah kesepakatan dapat tercapai” antara Oman dan Iran yang dipandang sebagai pendahulu kesepakatan antara Teheran dan Washington, kata Saul Kavonic, analis energi senior di MST Marquee. “Sudah ada banyak upaya gencatan senjata yang gagal, sehingga pasar enggan bergerak terlalu dini.”