Adapun, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu; PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di Prabumulih dan Palembang. Selain itu, tersebar di sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, Pali, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
LNG Tangguh
Karhutla juga terjadi di sekitar fasilitas gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Tangguh, yakni di wilayah Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kebakaran hutan tersebut sebelumnya mulai terdeteksi di beberapa titik yang berada di sekitar area luar perimeter fasilitas Tangguh LNG sejak Jumat malam (21/8/2026).
Corporate Communications Strategist BP Indonesia, Wigra Hanafiah, menjelaskan bahwa langkah penanganan yang cepat langsung dilakukan begitu titik api terdeteksi demi meminimalkan risiko eskalasi.
“Tim Tangguh telah secara aktif merespons situasi kebakaran hutan tersebut dengan melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mencegah api semakin mendekati fasilitas kami maupun masyarakat di sekitar area operasi,” ungkap Wigra saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Meski jarak titik api terbilang dekat dengan kawasan kilang dan pemukiman warga, Wigra menyebut tim tanggap darurat perusahaan telah disiagakan untuk melokalisasi kobaran api agar tidak menembus batas aman operasional.
"Untuk mempercepat pemadaman dan pencegahan penyebaran api, BP Indonesia telah berkoordinasi dengan otoritas sektor migas dan penanggulangan bencana termasuk dengan SKK Migas serta Kementerian ESDM," ungkapnya.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) juga telah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 3 unit helikopter untuk memadamkan karhutla di dekat area operasi fasilitas LNG Tangguh.
Dalam surat yang diteken oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto kepada Kepala BNPB, 3 helikopter tersebut diharapkan memiliki kapasitas sekitar 4 ton untuk membantu pemadaman kebakaran melalui udara.
Dijelaskan bahwa karhutla yang terjadi di sekitar area operasi BP Berau Ltd. dan area operasi Genting Oil Kasuri Pte. Ltd berpotensi membuat kilang LNG Tangguh wilayah kerja (WK) Berau terhenti, jika tak ditangani secara tepat.
Selain itu, kebakaran tersebut juga berpotensi menghambat pelaksanaan konstruksi fasilitas produksi lapangan Asap Kido Merah (AKM) WK Kasuri—jika tak tertangani.
“Berdasarkan luas area kebakaran, menurut perhitungan kami diperlukan 3 unit helikopter dengan kapasitas lebih kurang sebesar 4 ton untuk membantu pemadaman kebakaran melalui udara,” sebagaimana tertulis dalam surat yang diteken Djoksis pada tanggal 24 Agustus 2026 tersebut.
(azr/wdh)































