Tantangan mempertahankan Disiplin Fiskal
George juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki tantangan dalam mempertahankan disiplin fiskal. Target defisit 2027 serupa dengan proposal awal tahun lalu sebesar 2,48%, yang kemudian direvisi lebih tinggi oleh parlemen menjadi 2,68% dan selanjutnya 2,85% untuk mengakomodasi tambahan belanja. Kemungkinan terjadinya kenaikan serupa pada target defisit 2027 juga tidak dapat dikesampingkan.
Anggaran tersebut didasarkan pada sejumlah asumsi yang dinilai agak optimistis, termasuk target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sebesar 6,0% dan asumsi nilai tukar Rp17.500 per dolar AS.
Sementara itu, tekanan belanja dapat muncul akibat dampak El Nino terhadap rumah tangga serta kemungkinan meningkatnya ketegangan sosial yang ada di Indonesia.
Pembiayaan kuasi-fiskal menjadi sumber ketidakpastian paling jelas di balik sinyal kesinambungan kebijakan tersebut. Pemerintah pada April 2026 membentuk Danantara Development Management Fund, sebuah badan milik negara yang ditujukan untuk membiayai dan mengembangkan proyek infrastruktur strategis yang tidak layak secara komersial.
“Langkah ini menimbulkan pertanyaan apakah mandat sovereign wealth fund tersebut dapat diperluas lebih jauh.
Peran kuasi-fiskal yang lebih luas untuk mendukung prioritas kebijakan pemerintah dapat meningkatkan risiko kewajiban kontinjensi bagi negara, meskipun defisit fiskal yang tercatat secara resmi tetap terkendali,” kata George.
Selain itu, George menilai bahwa tantangan lain yang membayangi Indonesia adalah dengan perkiraan rendahnya penerimaan negara akan tetap menjadi kendala struktural bagi profil kredit negara Indonesia (BBB/Negative).
Penerimaan negara dalam anggaran 2027 diproyeksikan sedikit di atas 12% dari PDB. Anggaran tersebut memang mencakup sejumlah langkah baru untuk meningkatkan penerimaan, sementara implementasi reformasi perpajakan inti dalam jangka panjang seharusnya mulai memberikan hasil.
“Rendahnya penerimaan membuat ruang fiskal pemerintah menjadi terbatas dan menyebabkan konsolidasi fiskal lebih rentan terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kebutuhan belanja, atau kombinasi keduanya,” katanya
Apalagi, pemerintah juga mengumumkan rencana mengalihkan sebagian dividen BUMN yang diterima Danantara ke APBN sebagai upaya menahan kenaikan utang pemerintah, meskipun rincian lebih lanjut mengenai rencana tersebut masih belum tersedia.
(ell)






























