Ekonom Beber Kelemahan Sistem Desil untuk Ukur Kesejahteraan
Pramesti Regita Cindy
20 August 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan pertanyaan masyarakat terkait dengan status desil yang menurut sejumlah pengguna media sosial tak sesuai dengan keadaan perekonomiannya.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut bahwa sesungguhnya saat ini klasifikasi desil berdasarkan pengeluaran masih relevan sebagai alat pemetaan awal, tetapi tidak cukup akurat apabila diperlakukan sebagai penentu tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga.
Terlebih , dari 148,19 juta penduduk yang bekerja pada Mei 2026, baru 40,70% yang bekerja pada kegiatan formal, sementara tingkat setengah pengangguran masih 7,28%. Dalam kondisi seperti itu, pengeluaran sering lebih mampu menggambarkan kemampuan konsumsi dibandingkan dengan pendapatan yang berubah-ubah.
“Namun, masalah muncul ketika posisi desil diperlakukan sebagai ukuran mutlak kesejahteraan dan digunakan secara kaku untuk menentukan siapa yang berhak dan tidak berhak menerima fasilitas negara,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Rabu (19/8/2026).
Josua menyebut kelemahan pertama adalah bahwa desil merupakan peringkat relatif, bukan ukuran kecukupan hidup.






























