Saham BBRI berhasil menguat mencapai kenaikan 2,55% di posisi Rp3.220/saham usai sebanyak 185 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham Bank BRI siang hari ini mencapai Rp595 miliar.
Berikut 10 saham dengan bobot terbesar penyumbang kenaikan IHSG berdasarkan data Bloomberg, Jumat (21/8/2026).
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 11,74 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 4,43 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 4,1 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 3,45 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 3,31 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 2,95 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 1,55 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 1,49 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyumbang 1,17 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 1,16 poin
Adapun saham-saham LQ45 juga melaju kencang antara lain, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat 1,75%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terbang 1,22%.
Tren positif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Indosat Tbk (ISAT) menguat 1,11%, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan kenaikan 1,05%. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terapresiasi 0,88%.
Mengutip Panin Sekuritas, IHSG berhasil ditutup menguat 0,52% di level 6.535 pada perdagangan Sesi I siang hari ini, Jumat (21/8/2026), berbanding terbalik dengan yang terjadi di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) yang ditutup melemah seiring investor yang masih mencermati tensi geopolitik setelah Iran menyatakan akan melakukan serangan ke negara Timur Tengah sebelum mid-term election di AS dan berencana untuk menghancurkan jalur alternatif Selat Hormuz dengan target 0 juta bpd (dari yang sebelumnya: 5 juta bpd).
Penurunan Indeks dolar AS (DXY) yang diakibatkan peningkatan buyback UST berhasil memperkuat nilai tukar rupiah hingga IHSG, sehingga flow kembali masuk ke dalam pasar keuangan RI. Di sisi lain, current account deficit periode 2Q26 kembali melebar menjadi -US$12,5 miliar (dari yang sebelumnya: -US$3,6 miliar; est: -US$1,8 miliar).
“Investor Asia saat ini masih mencermati negosiasi antara AS-Iran serta harga minyak yang masih berada di level relatif tinggi,” sebut Panin Sekuritas dalam catatannya pada Jumat (21/8/2026).
(fad)





























