Logo Bloomberg Technoz

Saham Pop Mart Anjlok, Penjualan Labubu Tak Lagi Sekencang Dulu

News
21 August 2026 13:30

Pengunjung di depan dinding boneka Labubu saat pameran ulang tahun ke-10 Pop Mart di Shanghai, China, Rabu (15/10/2025). (Qilai Shen/Bloomberg)
Pengunjung di depan dinding boneka Labubu saat pameran ulang tahun ke-10 Pop Mart di Shanghai, China, Rabu (15/10/2025). (Qilai Shen/Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Saham Pop Mart International Group Ltd. turun paling dalam dalam hampir lima bulan setelah produsen mainan Labubu tersebut mengatakan kemungkinan gagal mencapai target pertumbuhan penjualan 2026, karena kinerja semester pertama jauh lebih sulit dari perkiraan.

Saham yang tercatat di Bursa Hong Kong itu turun hingga 8,9% pada perdagangan awal Jumat, menjadi penurunan intraday terbesar sejak 26 Maret. Pernyataan manajemen mengenai prospek perusahaan disampaikan pada Kamis setelah Pop Mart melaporkan pendapatan dan laba bersih untuk periode yang berakhir pada Juni, yang lebih rendah dari perkiraan.


Penjualan yang melemah dan berlanjutnya kinerja buruk di pasar luar negeri menunjukkan periode yang lebih sulit bagi Pop Mart ke depan, menurut analis Jefferies yang dipimpin oleh Anne Ling.

Tantangan bagi Pop Mart yang berbasis di Beijing semakin besar, seiring penjualan mainan Labubu yang menjadi produk andalannya mulai normal setelah melonjak pesat tahun lalu. Perusahaan juga masih kesulitan membangun waralaba hiburan yang kuat dan berkelanjutan di luar produk andalan tersebut.