Logo Bloomberg Technoz

Kapasitas PGEO Bisa Sentuh 1,85 GW, Potensi Upside Saham 31%

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 August 2026 15:00

Pertamina Geothermal Energy Raih Peringkat Pertama ESG Tingkat Dunia (Pertamina)
Pertamina Geothermal Energy Raih Peringkat Pertama ESG Tingkat Dunia (Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah memperbesar kapasitas pembangkit panas buminya secara agresif. Kapasitas terpasang perseroan diprediksi meningkat dari 727 megawatt (MW) saat ini menjadi sekitar 1,85 gigawatt (GW) pada 2033.

Analis KB Valbury Sekuritas Adolf Setiadi menilai, ekspansi tersebut menjadi fondasi pertumbuhan PGEO dalam jangka panjang. Sejumlah proyek baru telah disiapkan untuk mendorong kapasitas perseroan secara bertahap hingga 2033.

"Pipeline ekspansi PGEO sangat terlihat dan akan lebih dari menggandakan kapasitas terpasang perseroan, dari 727 MW menjadi sekitar 1,85 GW pada 2033," kata Adolf dalam riset bertajuk ‘More Than Doubling the Heat’, dikutip Jumat (21/8/2026).


Dalam jangka menengah, kapasitas PGEO ditargetkan mencapai sekitar 1 GW pada 2028. Proyek yang menjadi penopang antara lain Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas total 110 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2028, serta Ulubelu BU 30 MW yang diharapkan beroperasi penuh secara komersial pada 2027.

Ekspansi juga berlanjut melalui proyek Kotamobagu 64 MW, Lumut Balai Unit 3 dan 4 dengan total 110 MW, serta Seulawah 70 MW. Pengembangan tersebut sejalan dengan target RUPTL pemerintah yang mencakup tambahan 5,2 GW kapasitas panas bumi nasional.