Logo Bloomberg Technoz

Lapak Pedagang Daging Sapi Tak Seramai Dulu

Andrean Kristianto
20 August 2026 20:07

Calon pembeli memilih daging sapi yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli memilih daging sapi yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Harga daging sapi di pasar tradisional terpantau masih bertahan di level tinggi meski momen Idul Fitri telah berlalu. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Harga daging sapi di pasar tradisional terpantau masih bertahan di level tinggi meski momen Idul Fitri telah berlalu. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Harga daging sapi sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu menjelang Lebaran, lalu meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram

Harga daging sapi sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu menjelang Lebaran, lalu meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram

Kenaikan harga membuat konsumen lebih banyak mengeluhkan mahalnya daging sapi, sementara volume penjualan pedagang ikut berkurang.

Kenaikan harga membuat konsumen lebih banyak mengeluhkan mahalnya daging sapi, sementara volume penjualan pedagang ikut berkurang.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang karena harga belum menunjukkan tanda-tanda kembali ke level normal. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang karena harga belum menunjukkan tanda-tanda kembali ke level normal. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut pedagang konsumen kini lebih memilih untuk mengurangi kuantitas pembelian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut pedagang konsumen kini lebih memilih untuk mengurangi kuantitas pembelian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kelancaran pasokan dinilai menjadi kunci utama agar harga daging dapat kembali terjangkau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kelancaran pasokan dinilai menjadi kunci utama agar harga daging dapat kembali terjangkau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Calon pembeli memilih daging sapi yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Harga daging sapi di pasar tradisional terpantau masih bertahan di level tinggi meski momen Idul Fitri telah berlalu. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Harga daging sapi sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu menjelang Lebaran, lalu meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram
Kenaikan harga membuat konsumen lebih banyak mengeluhkan mahalnya daging sapi, sementara volume penjualan pedagang ikut berkurang.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang karena harga belum menunjukkan tanda-tanda kembali ke level normal. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menurut pedagang konsumen kini lebih memilih untuk mengurangi kuantitas pembelian. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kelancaran pasokan dinilai menjadi kunci utama agar harga daging dapat kembali terjangkau. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih bertahan di level tinggi ketika daya beli masyarakat menurun. Pada Kamis (20/8/2026), komoditas tersebut dijual hingga Rp150 ribu per kilogram.

Pedagang bernama Ari mengatakan harga tersebut belum turun sejak Mei 2026. "Dari semenjak Iduladha, masih tinggi [harga daging sapi]," ujarnya kepada Bloomberg Technoz.

Harga daging sapi sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu menjelang Lebaran, lalu meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram. "Naik per Rp5 ribu, sampai harganya sekarang Rp150 ribu," katanya.

Kenaikan harga membuat konsumen lebih banyak mengeluhkan mahalnya daging sapi, sementara volume penjualan pedagang ikut berkurang. Ari yang sebelumnya dapat menjual sekitar 30 kilogram per hari, kini hanya mampu menjual 10 hingga 20 kilogram.

Pedagang lainnya, Cecep, mengatakan tingginya harga turut memengaruhi penjualan di Pasar Kebayoran Lama yang banyak didatangi masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Untuk di Kebayoran ya diminimalis karena adanya masyarakat menengah ke bawah jualnya jadi 14 [Rp140.000] maksimal 15 [Rp150.000], kalau yang 15 paling cuma 15% pembeli yang mau,” ungkap Cecep.

Menurut Cecep, kondisi tersebut tidak hanya menekan permintaan, tetapi juga berdampak pada keberlangsungan usaha pedagang. Sejumlah lapak penjual daging sapi di Pasar Kebayoran Lama bahkan terpaksa tutup karena harga yang masih tinggi.

(dre/ros)