Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, tarif untuk kapal tanker Panamax yang lebih sempit, yang melewati rangkaian pintu air (lock) berbeda, belum mengalami kenaikan sebesar itu, menurut para pedagang.

Dua kapal tanker Neopanamax yang disewa Chevron, Fritzi N dan Pacific Yantai, dijadwalkan menerima muatan LPG di lepas pantai Pelabuhan Balboa, yang terletak di pesisir Pasifik Panama, berdasarkan data penyewaan kapal yang dilihat Bloomberg.

Muatan tersebut kemungkinan berasal dari kapal-kapal Panamax yang telah melewati jalur air tersebut.

Transit menuju terusan panama. (Bloomberg)

Kapal-kapal Neopanamax itu kemudian akan membawa bahan bakar tersebut—yang digunakan sebagai gas untuk memasak dan dalam sejumlah proses manufaktur—melintasi Samudra Pasifik.

Langkah tersebut menunjukkan bagaimana pelaku pasar mulai mencari jalan alternatif (workarounds) untuk mengatasi kemacetan pelayaran akibat perang Iran dan fenomena El Niño yang semakin intensif. Otoritas Terusan Panama pada Kamis membatasi jumlah slot transit harian untuk September.

Pola cuaca tersebut menyebabkan kekeringan di Amerika Tengah, sehingga menurunkan level air di kanal. Sementara itu, konflik di Timur Tengah telah mendorong peningkatan arus energi dari AS ke Asia.

Sekitar 60% ekspor LPG AS telah menuju Asia sepanjang tahun ini, menurut Kpler, naik dari 55% sepanjang 2025.

Kapal yang ingin melewati Terusan Panama biasanya membayar tarif tetap melalui sistem reservasi. Namun, waktu tunggu yang semakin panjang bagi kapal berukuran besar mendorong sejumlah pengirim untuk menukar reservasi, yang pada dasarnya berarti membayar lebih mahal untuk menghindari antrean reguler.

Biaya bagi kapal tanker Neopanamax yang tiba di kanal tanpa memesan slot dan ingin segera melakukan transit melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$4,6 juta pada pekan lalu.

Chevron menolak memberikan komentar. Anglo-Eastern Ship Management, yang merupakan manajer kapal berdasarkan ISM untuk Fritzi N, tidak merespons panggilan telepon dan email yang meminta komentar.

SPDBFL No Two Hundred & Twenty-Two (Tianjin) Ship Leasing, pemilik Pacific Yantai, juga tidak merespons permintaan komentar melalui telepon. Pacific Gas, manajer kapal tersebut, menolak berkomentar mengenai masalah ini.

(bbn)

No more pages