Logo Bloomberg Technoz

Bisnis SPBU Diyakini Masih Menarik, Sefas Untung Caplok Shell?

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 August 2026 14:20

Pengendara antre mengisi BBM di SPBU Shell, Radio Dalam, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara antre mengisi BBM di SPBU Shell, Radio Dalam, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menilai bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia masih terbilang menarik, meskipun terdapat sejumlah persoalan ihwal izin impor bahan bakar minyak (BBM) yang sempat membuat pasokan bensin di SPBU swasta kosong.

Dalam konteks itu, Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal meyakini Sefas Group telah memiliki kajian ihwal potensi keuntungan ketika mengakuisisi bisnis SPBU Shell di Indonesia, sehingga persoalan tersebut hanya diketahui internal perusahaan.

Bagaimanapun, Moshe menilai bisnis SPBU di Indonesia masih cukup menjanjikan, terlebih penjualan kendaraan roda empat berbahan bakar bensin atau internal combustion engine (ICE) masih tinggi.


“Di satu sisi penjualan EV [Indonesia] itu belum mencapai 50% dari total penjualan kendaraan. Kalau tidak salah kemarin itu sekitar 20%-an. Bagus, tetapi selama masih belum melewati 50% [, sehingga] akan masih lebih banyak [kendaraan] combustion engine baru dibandingkan dengan EV,” kata Moshe ketika dihubungi, Kamis (20/8/2026).

“Hanya saja, investor kan tidak melihat Indonesia butuh bensin. Mereka akan melihat 'oh ini iklimnya sehat apa tidak bisnis SPBU di sini',” tegas dia.

Suasana sepi di SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)