Logo Bloomberg Technoz

Weiming lebih dahulu dikenal sebagai President CNGR Advanced Materials, salah satu raksasa produsen bahan baku baterai listrik yang menguasai hampir seperempat pasar global.

CNGR Advanced Materials memasok bahan baku baterai setrum kepada sejumlah pabrikan terkenal seperti LG Chem, CATL, Samsung, BYD hingga Tesla.

Belakangan Weiming mengundang Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk menguasai sebagian saham PACK pada Mei 2026 lalu.

Lewat dua tahun, PACK baru mencetak laba bersih Rp190 miliar pada semester I-2026.

Kenaikan laba tersebut utamanya berasal dari kontribusi investasi pada entitas asosiasi pertambangan.

PACK mencatat bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp202,84 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Angka ini sebelumnya belum ada pada semester pertama tahun lalu.

Pendapatan PACK sendiri kini berasal dari penjualan bijih nikel. Penjualan bersih mencapai Rp213 miliar pada periode ini, melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan Rp20,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laporan keuangan menyebut seluruh penjualan tersebut merupakan penjualan bijih nikel. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp206,65 miliar dari Rp17,19 miliar. 

Sementara itu, total aset PACK kini mencapai Rp5,26 triliun sampai paruh pertama tahun ini. Di sisi lain, jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing Rp73,91 miliar dan Rp5,19 triliun.

Ekspansi Nikel

PACK masuk lebih dalam ke rantai bisnis nikel melalui anak usahanya, PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR).

Kedua entitas tersebut memiliki masing-masing 34,5% dan 30% pada PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati yang bergerak di pertambangan dan pengolahan nikel. Investasi tersebut dicatat dengan metode ekuitas, bukan dikonsolidasikan sebagai pendapatan PACK.

Adapun, kontribusi bisnis nikel melalui kedua entitas asosiasi tersebut cukup besar. Pada semester I 2026, Karyatama Konawe Utara membukukan penjualan Rp1,46 triliun dan laba Rp491,25 miliar, sedangkan Konutara Sejati mencatat penjualan Rp1,05 triliun dengan laba Rp111,20 miliar.

Dari kedua perusahaan tersebut, perseroan mengakui bagian laba bersih sebesar Rp202,84 miliar melalui metode ekuitas. 

Posisi investasi PACK pada kedua entitas asosiasi tersebut pun meningkat. Nilai tercatat investasi naik dari Rp2,86 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,06 triliun per 30 Juni 2026, terutama setelah ANHI mengakui bagian laba bersih Rp202,84 miliar. 

Transformasi ke bisnis nikel juga terlihat dari pendanaan yang disiapkan perseroan. Pada Mei 2026, PACK memperoleh pendanaan melalui Perpetual Notes sebesar US$93,14 juta atau sekitar Rp1,63 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung akuisisi saham melalui APR dan SCR pada Karyatama Konawe Utara dan Konutara Sejati.

(naw)

No more pages