Logo Bloomberg Technoz

Arah Rupiah Hari Ini Tergantung Sinyal The Fed dan Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 August 2026 08:28

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan akan kembali terkonsolidasi hari ini, Kamis (20/8/2026) dan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/US$, setelah penguatan terbatas pada sesi penutupan sebelumnya.

Pagi ini, rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) berbalik arah dan menyusut 0,08% ke Rp17.862/US$ setelah membuka sesi perdagangan di level US$17.847/US$. Harga minyak memangkas sebagian penurunannya dari 0,12% menjadi 0,08% dan bertahan di level US$91,55/barel. 

Biarpun begitu, sebagian mata uang Asia berhasil defensif, seperti ringgit Malaysia menguat 0,33%, disusul yuan offshore, dolar Hong Kong dan Singapura yang lebih terbatas. Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,1%, bersama yen Jepang 0,01%. 

Mata uang Asia Kamis (20/8/2026), pagi. (Bloomberg)

Sementara, ketegangan di Timur Tengah kian memanas, bukan hanya prospek perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin pudar, tetapi juga putusnya hubungan dagang antara Uni Emirat Arab (UAE) dengan Iran. Ketegangan ini memicu kenaikan harga minyak yang bertahan tinggi dalam empat hari beruntun. 

Pelaku pasar akan mencermati risalah The Fed, yang akan dirilis nanti malam, untuk mencari petunjuk lanjutan tentang sikap dan arah kebijakan moneter The Fed.