Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi

Cahya Puteri Abdi Rabbi
20 August 2026 07:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (20/8/2026), setelah terkoreksi 0,86% ke level 6.394,12 pada perdagangan sebelumnya. Investor akan mencermati perkembangan harga minyak, yield US Treasury, rupiah, serta arus dana asing.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menilai koreksi IHSG berpotensi berlanjut secara terbatas setelah indeks mengalami penguatan sebelumnya. "Kami memproyeksikan IHSG bergerak terbatas di kisaran 6.330–6.490," kata Reza dalam risetnya pada Kamis (20/8/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, tekanan IHSG terutama berasal dari aksi profit taking. Saham BYAN melemah 9,41% setelah manajemen memberikan klarifikasi terkait rumor akuisisi, sehingga turut menekan sektor energi yang terkoreksi 1,17%.


Secara teknikal, Reza melihat pola shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali rejection di zona 6.400-6.450. Meski demikian, indikator teknikal belum menunjukkan perubahan tren menjadi bearish.

Dari domestik, pasar sebelumnya merespons keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% sesuai ekspektasi. Sementara itu, keputusan FTSE menunda penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026 menjadi perhatian terhadap potensi aliran dana asing.