Melalui perubahan anggaran dasar berdasarkan akta 29 September 2025, perseroan mengurangi kegiatan usaha di bidang kemasan plastik. Ruang lingkup usaha PACK kemudian diarahkan menjadi perusahaan holding yang menguasai aset dari kelompok entitas anak. Nama perseroan juga berubah menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk pada Januari 2025.
Bisnis kemasan plastik tersebut kemudian benar-benar dilepas. Berdasarkan perjanjian pembelian aset dan bisnis pada 21 Mei 2025, PACK mengalihkan aset dan bisnis kemasan plastik kepada PT Kemas Surya Teknovasi. Nilai aset yang dialihkan tercatat Rp54,17 miliar, sementara hasil penilaian independen menunjukkan indikasi nilai pasar 100% unit bisnis kemasan plastik sebesar Rp69,92 miliar.
Setelah keluar dari bisnis lama, PACK masuk lebih dalam ke rantai bisnis nikel melalui anak usahanya, PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR). Kedua entitas tersebut memiliki masing-masing 34,5% dan 30% pada PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati yang bergerak di pertambangan dan pengolahan nikel. Investasi tersebut dicatat dengan metode ekuitas, bukan dikonsolidasikan sebagai pendapatan PACK.
Adapun, kontribusi bisnis nikel melalui kedua entitas asosiasi tersebut cukup besar. Pada semester I 2026, Karyatama Konawe Utara membukukan penjualan Rp1,46 triliun dan laba Rp491,25 miliar, sedangkan Konutara Sejati mencatat penjualan Rp1,05 triliun dengan laba Rp111,20 miliar. Dari kedua perusahaan tersebut, perseroan mengakui bagian laba bersih sebesar Rp202,84 miliar melalui metode ekuitas.
Posisi investasi PACK pada kedua entitas asosiasi tersebut pun meningkat. Nilai tercatat investasi naik dari Rp2,86 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,06 triliun per 30 Juni 2026, terutama setelah ANHI mengakui bagian laba bersih Rp202,84 miliar.
Transformasi ke bisnis nikel juga terlihat dari pendanaan yang disiapkan perseroan. Pada Mei 2026, PACK memperoleh pendanaan melalui Perpetual Notes sebesar US$93,14 juta atau sekitar Rp1,63 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung akuisisi saham melalui APR dan SCR pada Karyatama Konawe Utara dan Konutara Sejati.
Perubahan bisnis PACK terjadi usai perusahaan menjadi kendaraan investasi Deng Weiming di rantai pasok nikel Indonesia. Weiming adalah President CNGR Advanced Materials, salah satu raksasa produsen bahan baku baterai listrik yang menguasai hampir seperempat pasar global.
CNGR Advanced Materials memasok bahan baku baterai setrum kepada sejumlah pabrikan terkenal seperti LG Chem, CATL, Samsung, BYD hingga Tesla.
Weiming memegang kendali PACK lewat lengan investasinya PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan saham 40,56%.
Belakangan Weiming mengundang Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk menguasai sebagian saham PACK pada Mei 2026 lalu.
Haji Isam mengambil bagian 21,12% saham PACK atau sekitar 6,83 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp137/saham. Nilai investasi akuisisi bagian saham itu mencapai Rp936,65 miliar.
(dhf)


























