Logo Bloomberg Technoz

ATURAN CBAM

Akses ke Eropa Terganjal, ESDM Janji Perbaiki Tata Kelola Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 October 2026 13:50

Seorang pekerja memegang sepotong bijih dengan campuran mineral dan logam di tambang./Bloomberg-Cole Burston
Seorang pekerja memegang sepotong bijih dengan campuran mineral dan logam di tambang./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji bakal memperbaiki tata kelola pertambangan nikel, usai besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) asal Indonesia kehilangan akses ke pasar Eropa akibat aturan jejak karbon atau carbon footprint Uni Eropa.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan Kementerian ESDM tengah memperbaiki tata kelola pertambangan nikel dan dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba).

Dengan begitu, Yuliot juga berjanji bakal mengumumkan hasil perbaikan tata kelola industri nikel tersebut ke publik.


“Jadi ini untuk tata kola ini kan kita lakukan perbaikan, jadi lagi dikoordinasikan oleh Dirjen Minerba, nanti akan dilaporkan,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026)./Bloomberg Technoz-Azura Yumna

Adapun, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkapkan standar environmental, social, and governance (ESG) untuk industri nikel Indonesia hingga saat ini masih disusun oleh Perhapi bersama Kementerian ESDM dan asosiasi terkait.