Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Ditahan 5,75%, Rupiah Ditutup Menguat di Rp17.833/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
19 August 2026 16:11

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan penguatan 0,33% di Rp17.833/US$ pada Rabu (19/8/2026). Penguatan ini tertopang oleh keputusan bank sentral yang kembali menahan suku bunga acuan BI Rate 5,75%, sesuai ekspektasi pelaku pasar. 

Tak hanya di pasar spot, rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) juga menguat 0,25% ke Rp17.875/US$ sore ini.

Meski harga minyak Brent masih melambung di US$91,54/barel, tetapi indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali terpangkas 0,23% ke 99,43. Kombinasi ini membawa sentimen positif bagi sebagian besar mata uang Asia. Pelemahan dolar AS hari ini memberi ruang penguatan bagi mata uang kawasan. 


Won Korea Selatan menguat paling tajam 1,19%, disusul yen Jepang 0,35%, dolar Singapura 0,18%, rupiah0,13%, yuan China 0,12%, baht Thailand 0,06%, dolar Hong Kong 0,04%, dan ringgit Malaysia 0,03%. Sebaliknya peso Filipina melemah terbatas bersama rupee India, masing-masing 0,08% dan 0,07%. 

Mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari sisi eksternal, memudarnya prospek perdamaian antara AS dan Iran membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih terbatas, akibat serangan baru dan tingginya biaya asuransi. Hal ini membuat sebagian besar kapal mengubah rute dan menyebabkan keterlambatan pengiriman kargo, termasuk pengiriman minyak mentah.