Logo Bloomberg Technoz

BI Sebut Pertumbuhan Kredit Perbankan Naik 13,58%

Pramesti Regita Cindy
19 August 2026 17:20

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kredit perbankan pada Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,58% secara year-on-year (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 12,67% (yoy).

“Perkembangan positif tersebut didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh melalui optimalisasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas,” kata sebut Destry Damayanti, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI dalam konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).

Destry menambahkan, hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp446,5 triliun dengan alokasi pada financing channel sebesar Rp368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp73,2 triliun, serta financing to funding channel sebesar Rp4,9 triliun. 


Sementara itu, BI juga menyebut bahwa ketahanan perbankan juga tetap kuat dan mendukung pertumbuhan kredit, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juni 2026 tercatat tinggi sebesar 23,70%.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah di level 2,09% (bruto) dan 0,82% (neto) pada Juni 2026.