Logo Bloomberg Technoz

BI Soroti Tingginya Inflasi Dunia, Kebijakan Moneter Global Ketat

Pramesti Regita Cindy
19 August 2026 14:21

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia menyoroti tingginya inflasi dunia, yang berpengaruh pada lebih ketatnya sistem moneter global.

Menurut BI, Prospek pertumbuhan global masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya intensitas perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan komoditas dunia lainnya kembali naik 

“Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 belum kuat yang diperkirakan sekitar 3%. Sementara itu tekanan inflasi global tetap tinggi sekitar 4,5% pada 2026 sehingga mendorong kebijakan moneter global menjadi lebih ketat,” sebut Destry Damayanti, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia dalam konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).


Menurut Destry, kebijakan moneter AS melalui Fed Fund Rate yang diperkirakan naik pada triwulan keempat tahun 2026 juga harus menjadi perhatian.

Tak cuma suku bunga The Fed,  imbal hasil US Treasury juga diproyeksi naik dan diperkirakan tetap tinggi seiring menguatkan ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate dan defisit anggaran AS yang masih lebar