Insentif Likuiditas BI Tembus Rp446 T, Terbesar untuk Pembiayaan
Pramesti Regita Cindy
19 August 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mencapai Rp446,5 triliun hingga minggu pertama Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp431,9 triliun.
“Dengan alokasi pada financing channel sebesar Rp368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp73,2 triliun, serta financing to funding channel sebesar Rp4,9 triliun,” kata Destry Damayanti, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI dalam konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).
Destry menyebut bahwa hal tersebut turut mendorong intermediasi perbankan nasional yang tercermin melalui pertumbuhan kredit perbankan. Pada Juli 2026 kredit perbankan tumbuh 13,58% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 12,67% (yoy).
Sementara itu, dalam perkembangan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI menyebut bahwa KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) diwacanakan untuk menjadi salah satu inisiatif yang akan dijalankan bank sentral.
BI menyebut, KLM PPU digunakan untuk menjaga kecukupan dan mendorong redistribusi likuiditas dengan tetap mendorong penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang akan berlaku efektif pada 1 September 2026.




























