Logo Bloomberg Technoz

Ada Risiko Ditolak Pasar, Bursa Mineral Icomex Diminta Independen

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 August 2026 10:50

Para investor mengamati papan perdagangan SHFE yang terpantul pada permukaan meja di Shanghai, China./Bloomberg
Para investor mengamati papan perdagangan SHFE yang terpantul pada permukaan meja di Shanghai, China./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) menegaskan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) harus memiliki independensi dalam menyediakan pusat perdagangan komoditas, termasuk soal sistem penetapan harga komoditas.

Analis senior ISEAI Ronny P. Sasmita menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan pembeli internasional harus mengikuti harga yang ditetapkan bursa domestik atau tidak membeli komoditas RI sama sekali, merupakan sinyal posisi tawar yang sangat kuat.

Kendati begitu, dia menilai jika penetapan harga bursa—yang rencananya dinamai Indonesia Commodity Exchange (Icomex) itu — dipandang oleh investor asing sebagai harga yang tidak wajar atau terdistorsi oleh campur tangan pemerintah, maka terdapat risiko munculnya reaksi balasan atau retaliasi.


“Pembeli asing dapat mengalihkan pencarian pasokan ke negara kompetitor seperti Filipina atau Australia untuk nikel, dan Malaysia untuk sawit atau menuntut penyesuaian diskon risiko politik dalam kontrak jangka panjang mereka,” kata Ronny ketika dihubungi, Rabu (19/8/2026).

Karung-karung feronikel yang akan dikirim di fasilitas pelabuhan Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Pisahkan dari DSI