PASOKAN ENERGI
Logistik Mahal, DMO Batu Bara Semen US$90/Ton Dinilai Tak Relevan
Sabrina Mulia Rhamadanty
03 October 2026 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mengeluhkan patokan harga batu bara untuk program domestic market obligation (DMO) ke industri semen sebesar US$90/ton yang dinilai sudah tidak masuk akal.
Ketua DPP Aspebindo Hasstriansyah menyatakan ketentuan tarif tersebut memicu pembengkakan biaya logistik bagi para pemasok yang berakibat terhambatnya pasokan batu bara untuk industri semen.
“Iya betul, harganya di angka US$90/ton, kami kesulitan untuk memenuhinya. Ada baiknya dipertimbangkan solusi yang baik demi kepentingan bersama,” ungkap Hasstriansyah saat dihubungi Bloomberg Technoz, baru-baru ini.
Hasstriansyah juga menjelaskan pembengkakan biaya logistik terjadi, khususnya saat pengiriman harus melalui rute pengalihan (rerouting) akibat mengeringnya sungai-sungai akibat El Niño, sehingga nilai keekonomian batu bara DMO tidak lagi sepadan.
Dia mengonfirmasi para pemasok batu bara kini berada dalam posisi yang makin sulit untuk memenuhi kuota DMO pada tingkat harga tersebut.




























