Pertemuan di Moskow ini menambah panjang daftar kunjungan luar negeri Min Aung Hlaing baru-baru ini demi meraih pengakuan yang lebih luas atas pemerintahan barunya setelah pemilu yang disengketakan.
Ia telah melawat ke China, India, Laos, dan Thailand sejak parlemen yang didukung militer memilihnya sebagai presiden. Pemerintahannya juga berupaya memperbaiki hubungan dengan AS serta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), meski tetap menolak desakan untuk membebaskan pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.
Delegasi tingkat tinggi yang mencakup beberapa menteri dan kepala Badan Antariksa Myanmar telah tiba di Moskow pada Senin. Min Aung Hlaing juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Mikhail Mishustin dan Vyacheslav Volodin, ketua majelis rendah parlemen Rusia, serta menghadiri Forum Bisnis Myanmar-Rusia.
Pejabat tinggi keamanan Putin, Sergei Shoigu, melawat ke negara Asia Tenggara tersebut pada Februari, menjadikannya pejabat asing pertama yang berkunjung seusai pemilu—yang oleh negara-negara demokrasi Barat dan PBB dinilai cacat. Putin sendiri telah menerima kunjungan Min Aung Hlaing beberapa kali sejak kudeta, yang terbaru pada Forum Pekan Atom Dunia di Moskow pada September lalu.
(bbn)






























