Logo Bloomberg Technoz

Saudi Aramco menolak memberikan komentar.

Para produsen minyak Timur Tengah terus berupaya mengangkut minyak mentah dalam volume besar keluar dari Teluk Persia, yang membantu menahan kenaikan harga minyak dan meredakan kekhawatiran akan lonjakan inflasi akibat harga energi.

Divisi perdagangan Aramco sempat mengangkut sebagian pasokan melalui Selat Hormuz pada Mei, tetapi kemampuan kerajaan tersebut untuk mengalihkan ekspor ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah membuatnya tidak terlalu bergantung pada jalur perairan tersebut.

Selama beberapa minggu terakhir, bahkan aliran minyak yang dialihkan ke Laut Merah pun terancam setelah Houthi Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

Belakangan ini terlihat adanya peningkatan aktivitas pengangkutan kargo dari fasilitas Arab Saudi di dalam Teluk Persia. Berdasarkan citra satelit, kapal-kapal dengan kapasitas angkut total sedikitnya 9 juta barel telah memuat minyak di atau dekat fasilitas ekspor raksasa Ras Tanura milik negara tersebut selama sepekan terakhir.

Arab Saudi juga telah mengumpulkan sejumlah kapal tanker minyak raksasa tepat (supertanker) di luar wilayah Teluk Persia.

CEO Aramco, Amin Nasser, mengatakan pada Maret bahwa pipa yang mengalirkan minyak ke Yanbu terutama mengangkut Arab Light dan Extra Light. Ladang-ladang lepas pantai negara tersebut, yang sebagian besar terletak di dalam Teluk Persia, terdiri dari pasokan minyak jenis medium dan heavy, katanya saat itu.

(bbn)

No more pages