Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

China Mulai Moratorium Ekspor BBM, ESDM Cermati Imbasnya ke RI

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 October 2026 14:20

Sebuah SPBU Sinopec di Shanghai, China./Bloomberg-Qilai Shen
Sebuah SPBU Sinopec di Shanghai, China./Bloomberg-Qilai Shen

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal potensi dampak rambatan dari dibatalkannya sejumlah ekspor produk kilang China terhadap ketahanan energi Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan kementerian bakal terus memantau ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM), termasuk asal impor produk kilang tersebut.

Yuliot menyatakan Kementerian ESDM terus melakukan diversifikasi impor BBM untuk menghadapi kondisi geopolitik, tak terkecuali dalam menghadapi dibatalkannya sejumlah ekspor BBM China.


“Jadi kita lihat sumber ketersediaan BBM dari mana kita impor, jadi ini akan menyesuaikan dengan negara alternatif,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).

Tangki penyimpanan China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec) di terminal kontainer di Hong Kong, China./Bloomberg-Lam Yik

Adapun, para eksportir bahan bakar China telah membatalkan sejumlah kargo produk minyak yang semula dijadwalkan untuk diekspor pada Oktober.