Logo Bloomberg Technoz

Adapun, anggaran subsidi JBT Solar dan minyak tanah dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp28,7 triliun naik 8,71% dari outlook APBN 2026 sebesar Rp26,4 triliun.

Kebijakan Solar dan Kerosin

Pemerintah menegaskan pada tahun depan bakal melanjutkan pemberian subsidi tetap untuk BBM solar dan subsidi selisih harga untuk minyak tanah.

Nantinya, kebijakan itu dilakukan dengan pengendalian volume dan pengawasan atas golongan atau sektor-sektor yang berhak memanfaatkan.

Untuk minyak tanah, pemerintah bakal memastikan alokasi pasokan dan distribusi khusus di daerah-daerah yang belum mengalami migrasi dari minyak tanah ke gas secara merata.

Pemerintah juga menegaskan melanjutkan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran, dengan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan berdasarkan registrasi konsumen penggunanya.

“Dalam rangka memastikan upaya pengendalian konsumsi berhasil dilakukan, maka diperlukan sinergi dan koordinasi antar K/L dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya,” sebagaimana tertulis dalam dokumen tersebut.

Adapun, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia berhasil menghemat devisa senilai Rp170 triliun per tahun setelah berhasil menyetop kecanduan impor BBM jenis diesel atau solar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat membacakan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Parlemen, Jumat (14/8/2026).

“Janji swasembada energi sekarang kita sudah mulai wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit,” tegas Prabowo.

Melalui keberhasilan penerapan B50 tersebut, Indonesia secara resmi menghentikan aliran dana keluar negeri untuk membeli diesel atau solar.

“Sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun sekitar US$9,5 miliar tidak lagi harus kita kirim keluar negeri,” jelasnya.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan penyaluran JBT Solar hingga Maret 2026 telah terealisasi sejumlah 4,56 juta kl, setara dengan 24,49% dari total kuota JBT Solar 2026 sebanyak 18,64 juta kl.

Kemudian, realisasi penyaluran JBT minyak tanah atau kerosin hingga Maret 2026 mencapai 130.000 kl, setara dengan 24,52% dari total kuota 530.000 kl.

(azr/wdh)

No more pages