Logo Bloomberg Technoz

Lelang SUN: Minat Investor Masih Ada, Meski Yield Mungkin Naik

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 August 2026 09:42

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah kembali berencana meraup Rp32 triliun dalam lelang SUN (Surat Utang Negara) hari ini, Selasa (18/8/2026). Berbanding terbalik pada lelang SUN 4 Agustus lalu kala selera investor pada SUN cukup kuat, lelang kali ini sepertinya berada dalam iklim yang tidak sepenuhnya bersahabat. 

Rupiah, meski telah membentuk tren penguatan sejak Agustus, tertahan di kisaran Rp17.860-Rp17.872/US$, dan diperkirakan kembali menguji area Rp17.900/US$ jika harga minyak kembali terkerek lebih jauh.

Hari ini, harga minyak kembali naik dan menandai kenaikan dalam tiga hari beruntun berada di posisi US$91/barel. Kondisi ini akan membuat pasar lebih defensif dan memasang kembali alarm risk-off. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi global sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap arah suku bunga. 


Jika risiko geopolitik kembali meningkat, dengan memudarnya prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, investor berpotensi meminta imbal hasil (yield) lebih tinggi, untuk mengompensasi risiko durasi dan nilai tukar. 

Berkaca pada lelang sebelumnya yang lebih cerah, yield rata-rata terimbang yang dimemangkan berada di rentang 7,3-7,39% untuk seri-seri FR. Kala itu, total penawaran yang masuk juga melonjak, mencapai Rp70,72 triliun. Naik 4,16% atau Rp2,82 triliun dibandingkan lelang sebelumnya (21/7/2026) yakni Rp67,89 triliun.