"Situasi di Timur Tengah sangat mengkhawatirkan, dan imbal hasil nota Treasury AS tenor 10-tahun kembali terdorong ke atas level 4,7%," kata Matt Maley, kepala ahli strategi pasar di Miller Tabak + Co. "Dengan imbal hasil jangka panjang yang tetap tinggi bahkan setelah rilis data inflasi pekan lalu yang cenderung melandai, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para investor."
Ketika ditanya apakah ia akan mengusahakan perpanjangan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu—yang secara teknis berakhir pada hari Senin—Trump menjawab singkat, "Tidak." Gencatan senjata tersebut sejatinya ditujukan untuk memberikan tenggat waktu 60 hari bagi Washington dan Teheran guna mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen.
Melihat kenaikan harga minyak dan minimnya kemajuan di lini diplomatik AS-Iran, kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko utama, menurut Chris Larkin dari E*Trade milik Morgan Stanley.
Saham-saham teknologi menjadi penyeimbang di tengah kekhawatiran tersebut setelah laporan pada Jumat malam menunjukkan pendapatan kuartal kedua Anthropic melonjak sedikitnya 14 kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pengembang chatbot Claude tersebut mencatatkan pendapatan sementara lebih dari US$11,5 miliar serta laba operasional disesuaikan yang positif. Indeks Semikonduktor Philadelphia pun menguat 1,6%.
Perhatian pasar kini tertuju pada tingkat kesehatan daya beli konsumen AS, seiring rencana rilis laporan keuangan Walmart Inc, Home Depot Inc, dan Target Corp dalam beberapa hari mendatang. Hasil laporan ini menjadi sangat krusial setelah penjualan ritel AS pekan lalu mencatatkan penurunan terbesar dalam lebih dari satu tahun.
Rilis risalah rapat terbaru dari The Fed yang juga dijadwalkan pekan ini dapat menjadi katalis tambahan, memberi kesempatan bagi investor "untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai arah kebijakan The Fed di tengah minimnya komunikasi publik," tulis para ahli strategi JPMorgan pada hari Senin.
Di luar risalah tersebut, minimnya rilis data makro ekonomi pekan ini dapat membuat "momentum positif di sektor teknologi" berpotensi berlanjut hingga rilis laporan keuangan Nvidia Corp pekan depan, menurut para ahli strategi tersebut.
Meskipun demikian, tingginya imbal hasil Treasury jangka panjang tetap menjadi sumber kecemasan. Para investor kini berhadapan dengan besarnya pengeluaran pemerintah, gelombang penerbitan utang jangka panjang, serta inflasi yang berada di atas target The Fed selama sebagian besar periode lima tahun terakhir.
"Investor semakin fokus dan khawatir terhadap membengkaknya jumlah utang AS dan minimnya disiplin fiskal Amerika," kata Anthony Saglimbene dari Ameriprise. "Akan menjadi semakin penting bagi fundamental korporasi dan momentum AI untuk terus memenuhi ekspektasi jika pasar saham ingin tetap mengabaikan lingkungan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama."
(bbn)





























