Bursa Saham Asia Menguat, Investor Pantau Rilis Data Inflasi AS
News
30 September 2026 08:38

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia menguat untuk pertama kalinya dalam tiga sesi perdagangan seiring kenaikan saham teknologi. Obligasi tetap menjadi perhatian investor menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat (AS).
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,6%, dengan saham-saham di Jepang dan Korea Selatan menguat. Pergerakan tersebut terjadi setelah indeks acuan saham semikonduktor AS mencatat kenaikan, sementara Donald Trump menolak regulasi terkait kecerdasan buatan (AI).
Harga minyak Brent naik 0,6% menjadi US$103,25 per barel setelah turun 2,6% pada sesi sebelumnya. Harga minyak melemah setelah Arab Saudi dikabarkan telah memulihkan sekitar setengah kapasitas jaringan pipa East-West menyusul serangan pesawat nirawak. Pemerintahan Trump juga memerintahkan pelepasan tambahan minyak dari cadangan darurat, sementara perundingan AS-Iran masih menemui jalan buntu.
Obligasi menjadi perhatian setelah imbal hasil surat utang Treasury AS bertenor paling panjang mencapai level tertinggi sejak 2002. Obligasi pemerintah Selandia Baru menguat setelah pergerakan Treasury AS beragam pada Selasa (29/9). Imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun turun lima basis poin, sedangkan imbal hasil tenor 30 tahun naik di atas 5,61%.































