Pasar Obligasi AS Membaik, Wall Street Kembali Menguat
News
02 October 2026 05:45

Rita Nazareth - Bloomberg News
Bloomberg, Penguatan kembali obligasi pemerintah AS (Treasury) membawa angin segar bagi Wall Street, mendorong kenaikan saham dan meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat tingginya harga energi.
Meredanya aksi jual obligasi membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun dari level tertingginya sejak 2002. Indeks S&P 500 berhasil menghapus penurunan sebelumnya yang dipicu oleh data manufaktur yang menunjukkan lonjakan indeks harga bahan baku. Sementara itu, harga minyak naik di tengah risiko geopolitik yang masih berlangsung. Menurut seorang pejabat AS, Pentagon kemungkinan segera mengerahkan satu kapal induk tambahan dan 10.000 personel militer ke Timur Tengah.
Pelepasan posisi investasi yang sebelumnya menumpuk turut mendorong penguatan Treasuries. Obligasi tersebut juga menguat seiring memburuknya kondisi fiskal Prancis yang meningkatkan permintaan terhadap aset aman. Pernyataan Wakil Gubernur Federal Reserve (The Fed) Philip Jefferson turut menopang penguatan tersebut. Ia mengatakan bahwa bank sentral mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan.
Pernyataan Jefferson sejalan dengan komentar Gubernur Federal Reserve Bank of New York John Williams pada Selasa (29/9). Williams mengatakan belum ada urgensi untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga berikutnya setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikkan suku bunga pada September.



























