United Overseas Bank Ltd menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Malaysia sepanjang tahun setelah data tersebut dirilis. Ringgit, yang tetap stabil sepanjang tahun ini meski rupiah dan peso Filipina menyentuh level terendah sepanjang masa, tidak banyak berubah di level 4,09 per dolar AS setelah data tersebut diumumkan pada Jumat (14/8).
Permintaan domestik yang kuat dan lonjakan ekspor semikonduktor membantu melindungi ekonomi Malaysia dari gangguan akibat perang AS terhadap Iran. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Malaysia akan tetap menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara tahun ini. Investasi asing yang berkelanjutan dan proyek-proyek baru juga membantu menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. China, mitra dagang terbesar Malaysia, mencatat pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal terakhir.
Pengiriman produk elektronik dan listrik serta peningkatan ekspor minyak dan gas membantu mendorong perekonomian, menurut Bank Negara Malaysia (BNM) dan departemen statistik. Sebagian besar pelaku usaha masih mampu memperoleh bahan baku dan belum menghadapi gangguan produksi akibat konflik di Timur Tengah, meski terdapat sejumlah indikasi percepatan pembelian dan penimbunan untuk menambah persediaan.
Pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian kembali berada di zona positif, mencerminkan peningkatan produksi gas alam, menurut BNM.
Sektor pertanian terkontraksi 3,7% pada kuartal II karena produksi kelapa sawit kembali “normal” setelah mencatat hasil panen yang kuat tahun lalu, menurut BNM dan departemen statistik. Dampak siklus El Niño, yakni perubahan suhu di Samudra Pasifik, terhadap sektor pertanian Malaysia kemungkinan baru terasa tahun depan. Namun, dampaknya pada masa lalu relatif terbatas, kata Rasheed.
Dalam mempertahankan proyeksinya, BNM menyebut permintaan domestik yang tangguh, didukung peningkatan pendapatan yang stabil dan kebijakan yang terus berjalan, serta pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi. Pada paruh pertama tahun ini, ekonomi Malaysia tumbuh 5,7%.
Angka pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan mendorong UOB menaikkan proyeksi PDB Malaysia 2026 menjadi 5,1% dari sebelumnya 4,5%, kata ekonom bank tersebut, Julia Goh.
“Ini mengindikasikan perlambatan pertumbuhan menjadi sekitar 4,5% pada paruh kedua 2026 di tengah risiko penurunan yang masih berlangsung, termasuk potensi kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, gangguan berkepanjangan pada jalur pelayaran utama, perkembangan kondisi El Niño, meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, serta efek basis yang kurang menguntungkan,” ujarnya.
Bank sentral memperkirakan inflasi tetap moderat di kisaran 1,5%-2,5% tahun ini meski harga komoditas global berada pada level tinggi.
Ketahanan ekonomi Malaysia mendorong sejumlah analis memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga. Di pasar swap, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 80% BNM menaikkan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg setelah laporan PDB dirilis.
Rasheed mengatakan BNM tidak terburu-buru mengambil keputusan.
“Prioritas utama kami adalah stabilitas harga, kemudian prospek pertumbuhan,” kata Rasheed. “Kami akan melihat data yang ada saat itu dan kemudian melakukan apa yang diperlukan.”
(bbn)

































