Setelah dikurangi PMN, dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp138 triliun atau naik sekitar 160%. Untuk 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN kembali meningkat hingga Rp200 triliun tanpa memperhitungkan PMN.
“Dividen BUMN di 2026 diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun tanpa PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar, 400% meningkatnya,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai peningkatan tersebut menunjukkan perbaikan pengelolaan BUMN dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat. Dia menekankan perusahaan negara harus dikelola dengan prinsip bisnis yang sehat dan transparan.
“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” tutur Prabowo.
Peningkatan kontribusi BUMN tersebut juga dikaitkan dengan agenda pemerintah untuk mendorong hilirisasi. Prabowo mengatakan keuntungan perusahaan negara akan digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
(cpa/naw)



























