Logo Bloomberg Technoz

Sucor Sekuritas Gelar Market Edge, Kupas Outlook 2026


CEO PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya Saat Stock Idea Festival di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
CEO PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya Saat Stock Idea Festival di Jakarta, Sabtu (23/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah terkoreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB IHSG berada di level 6.373,85, terapresiasi 1,69% dari penutupan sebelumnya. Penguatan pasar tersebut turut menjadi latar bagi acara “Market Edge: Insight & Action” yang digelar Sucor Sekuritas pada malam harinya di Midaz Senayan Golf, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan Exclusive Second Half 2026 Market Outlook, pemaparan ide investasi yang aplikatif, sekaligus menandai inagurasi Stock Wars Trading Competition, dan dihadiri oleh kalangan financial influencer Sucor Phoenix. 

Sebagai narasumber utama, hadir Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, MM, MH, CAT, CFTe, MFTA, CWM, CSA, CTAD, Founder dan CEO Astronacci, bersama Douglas Goh, CEO Stockwise, dan Helen Felicia Susilo, Founder Sat Set Cuan Community. Ketiganya berbagi pandangan mengenai arah pasar saham Indonesia pada paruh kedua 2026 serta strategi investasi yang dapat diterapkan investor ritel maupun institusi. 

Tak hanya menghadirkan pemaparan outlook pasar, dalam kesempatan ini Sucor Sekuritas juga merilis pembaruan fitur terbaru pada aplikasi SPOT by Sucor Sekuritas, menghadirkan dua toolkit analitik dalam satu tempat yang kini tersedia di seluruh menu aplikasi. Toolkit pertama, Keterbukaan Informasi, mencakup fitur FCA Monitoring, Kepemilikan 1%, Kepemilikan 5%, Laporan Kepemilikan, Laporan SID, Laporan SID (Composition), hingga Ownership Network. Toolkit kedua, Market Analytics, melengkapi investor dengan Broker Activity, Broker Activity by Symbol, Broker Distribution, Broker Flow, Broker Summary, Done Details, Broker Ranking, Trade Details, Sector Heatmap, hingga Foreign-Domestic Activity. Pembaruan ini diharapkan dapat membantu investor memantau pergerakan pasar dan aktivitas broker secara lebih komprehensif langsung dari aplikasi SPOT.


Memasuki sesi outlook, Gema Goeyardi tampil pertama dengan menegaskan keyakinannya terhadap ketahanan pasar saham Indonesia yang selalu mampu mencetak level tertinggi baru (all-time high) di berbagai kondisi. Koreksi yang tengah terjadi dinilainya sebagai proses adjustment wajar, dengan tren jangka panjang yang tetap menanjak meski volatilitas hingga 2027 diproyeksikan bisa tiga kali lebih tinggi dibanding masa pandemi Covid-19.Ia menyoroti tiga faktor utama penopang penguatan pasar jangka pendek: afirmasi peringkat utang Indonesia oleh S&P Global di level BBB dengan outlook stabil yang meredakan premi risiko; nilai tukar rupiah yang mulai stabil seiring inflasi Juli 2026 turun ke 2,88% (di bawah konsensus), membuka ruang bagi kebijakan moneter lebih akomodatif; serta The Fed yang diperkirakan bergerak dovish, berpotensi mendorong arus modal asing kembali ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Gema juga memperkenalkan kerangka Seasonal Sector Rotation Cycle, pendekatan Astronacci yang memetakan rotasi sektor berdasarkan siklus astrologi ke empat fase: Q1 (Industri, Transportasi, Barang Konsumsi), Q2 (Kesehatan, Properti, Consumer Non-Primer), Q3 (Energi, Infrastruktur, Keuangan), dan Q4 (Keuangan, Basic Materials, Energi).