Logo Bloomberg Technoz

Ada Sanksi AS, RI Perlu Strategi Jangka Panjang Beli Minyak Rusia

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 17:20

Daftar Negara Pembeli Minyak Mentah & BBM Rusia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Daftar Negara Pembeli Minyak Mentah & BBM Rusia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memiliki strategi jangka panjang dalam mengantisipasi dampak negatif dari potensi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara pembeli komoditas minyak dan gas (migas) Rusia.

"Terkait dengan sanksi, saya rasa selalu ada alternatifnya, tetapi pemerintah memang harus menyiapkan strategi jangka panjang; bukan hanya hitungan bulan atau tahun. Kita bisa mencontoh China sebagai pengimpor terbesar dari Rusia. Uni Eropa pun sampai sekarang juga masih impor,” kata Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Di sisi lain, Moshe mengingatkan ancaman sanksi sekunder dari AS bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata di tengah geopolitik global yang penuh dinamika saat ini.


"Ya, pada zaman yang penuh dinamika ini, hal itu [sanksi AS ke Rusia] bukan sekadar gertakan saja. Mereka [AS] bisa melakukan hal yang sama ke kita [sanksi ke Indonesia] sebagai pembeli minyak dari Rusia,” tuturnya.

Dari sudut pandang Aspermigas, strategi jangka panjang utama yang harus diterapkan adalah diversifikasi pasokan minyak mentah secara dinamis.