Logo Bloomberg Technoz

BEI Tanggapi Hasil Review MSCI Agustus 2026

Cahya Puteri Abdi Rabbi
13 August 2026 15:16

Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi hasil August Index Review 2026 Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market, namun belum mencabut kebijakan freeze terhadap sejumlah perubahan indeks saham Indonesia.

Dalam hasil review tersebut, MSCI tidak menambahkan konstituen baru dari Indonesia ke dalam indeksnya. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun kelas ke MSCI Global Small Cap Indexes.

Kondisi tersebut membuat status freeze Indonesia masih menjadi perhatian pasar meskipun posisi Indonesia sebagai negara emerging market tetap dipertahankan.


"Rebalancing ini secara periodik dilakukan oleh MSCI. Dan seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga menggunakan keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI, seperti HSC dan kepemilikan saham 1%,” kata Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dalam keterangannya pada Kamis (13/8/2026).

Jeffrey menambahkan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan komunikasi dengan MSCI serta dengan para investor global.