Prabowo Mau RI Tekan Impor BBM US$30 M Lewat CNG hingga Biofuel
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan ingin Indonesia segera mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang nilainya mencapai US$30 miliar per tahun atau sekitar Rp563 triliun (kurs hari ini).
Menurut RI-1, langkah tersebut bakal dilakukan melalui pengembangan konversi gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) menjadi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga elektrifikasi kendaraan.
Selain melalui langkah tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia bakal terus mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, salah satunya melalui biodiesel B50.
“Kita mengirim uang dolar untuk BBM kita melebihi kadang-kadang US$30 miliar. Kita bertekad ini kita kurangi. Dengn solar, sekarang B50 kita sudah mengurangi, bahkan seharusnya tidak impor lagi diesel dari luar,” kata Prabowo ketika meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas), Kamis (13/8/2026).
Ihwal pengembangan PLTS, Prabowo menargetkan pembangunan PLTS mencapai 30 gigawatt (GW) pada tahun ini dan dilanjutkan ke level 100 GW paling lambat dalam empat tahun mendatang.


























