Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Masih Defensif Meski Tekanan Mulai Mereda

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 August 2026 08:12

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan masih akan defensif. Setelah melemah pada perdagangan kemarin, rupiah pada Rabu (12/8/2026) diproyeksikan mampu menguat secara terbatas. 

Terindikasi dari pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) yang pagi ini bergerak defensif dan berhasil mempertahankan posisinya di Rp17.874/US$, hanya melemah sangat tipis 0,01%. 

Selain itu, tekanan eksternal juga relatif stabil dengan pergerakan harga minyak masih bertahan di rentang yang sama dengan kemarin US$89,4/barel, di tengah aksi wait and see investor terhadap prospek kesepakatan di Timur Tengah. 


Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran "hampir mencapai semacam kesepakatan" terkait Selat Hormuz, bahkan setelah kedua belah pihak tampak memperkeras posisi mereka dalam negosiasi menemui jalan buntu selama berbulan-bulan.

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari pasar Asia, pergerakan mata uang cukup beragam. Sebagian bergerak secara terbatas.